Menyambut 68 Tahun Yayasan Seri Amal: Menggali Makna Lewat Refleksi Pagi Sebelum Hari Puncak

By: Jurnalistik Tim SMP St. Ignasius Medan

Medan, 7 Oktober 2026. Ulang tahun identik dengan sukacita dan kemeriahan. Namun, perayaan ulang tahun juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan, mensyukuri penyertaan Tuhan, dan memperbarui komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semangat inilah yang mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Seri Amal (YSA) ke-68.

Didirikan pada 7 Oktober 1958, Yayasan Seri Amal terus berkomitmen dalam dunia pendidikan dan pendampingan generasi muda. Pada Rabu, 7 Oktober 2026, seluruh unit dalam Ignasius Grup, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA, berkumpul di lapangan SMA untuk merayakan HUT YSA ke-68.

Perayaan diawali dengan ibadah Katolik bersama sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama perjalanan Yayasan Seri Amal. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun oleh perwakilan kepala sekolah dan suster pengurus YSA, serta berbagai penampilan menarik dari setiap unit. Di SMP St. Ignasius, kemeriahan perayaan juga diisi dengan penampilan kreatif dari setiap kelas yang menunjukkan bakat, kreativitas, dan semangat kebersamaan para siswa.

Namun, makna perayaan HUT YSA ke-68 sesungguhnya tidak hanya terletak pada kemeriahan acara puncak. Lima hari sebelum perayaan, seluruh siswa dan guru telah diajak untuk mengikuti refleksi pagi yang berfokus pada nilai-nilai kehidupan. Melalui refleksi ini, warga sekolah diajak untuk memahami dan menghidupi nilai-nilai yang menjadi landasan dalam bertumbuh sebagai pribadi yang beriman dan berkarakter.

Lima Hari Refleksi, Lima Nilai Kehidupan

Hari 1: Menghargai Kehidupan (Pro-Life)

Hari pertama mengajak seluruh warga sekolah untuk menyadari bahwa setiap manusia diciptakan sebagai citra Allah (Imago Dei). Setiap pribadi memiliki martabat dan nilai yang luhur. Oleh karena itu, kita diajak untuk menghargai kehidupan, menyayangi diri sendiri, menghormati sesama, serta tidak meremehkan siapa pun.

Hari 2: Saling Menguatkan (Empowering)

Pada hari kedua, refleksi berfokus pada pentingnya memberdayakan dan mendukung sesama agar dapat berkembang. Dalam kehidupan sekolah, nilai ini dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti memberikan semangat kepada teman, tidak merendahkan orang lain, dan saling membantu dalam proses belajar. Dengan demikian, setiap orang memperoleh kesempatan untuk bertumbuh dan mengembangkan potensinya.

Hari 3: Belas Kasih (Compassion)

Hari ketiga mengajak kita untuk memiliki hati yang peka terhadap keadaan orang lain. Belas kasih tidak berhenti pada perasaan iba, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti mendengarkan teman yang sedang mengalami kesulitan, menawarkan bantuan, dan menunjukkan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan. Melalui nilai ini, kita belajar menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Hari 4: Kejujuran (Honesty)

Kejujuran menjadi fokus refleksi pada hari keempat. Nilai ini mengingatkan kita untuk selalu hidup dalam kebenaran dan menjunjung tinggi integritas. Kejujuran dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengerjakan tugas dengan usaha sendiri, berkata apa adanya, dan berani mengakui kesalahan. Menjadi pribadi yang jujur berarti tetap melakukan hal yang benar, baik ketika dilihat orang lain maupun ketika tidak ada yang mengawasi.

Hari 5: Kepercayaan (Trust)

Rangkaian refleksi ditutup dengan nilai kepercayaan. Kita diajak untuk membangun kepercayaan kepada Tuhan serta menjadi pribadi yang dapat dipercaya oleh sesama. Kepercayaan tumbuh melalui sikap jujur, tanggung jawab, kesetiaan, dan konsistensi dalam perkataan maupun tindakan. Dengan demikian, hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama dapat terus terpelihara.

Merayakan dengan Sukacita, Bertumbuh dalam Nilai

Lima hari refleksi pagi menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang pengetahuan dan prestasi, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Nilai Pro-Life, Empowering, Compassion, Honesty, dan Trust diharapkan tidak berhenti sebagai bahan perenungan, melainkan sungguh-sungguh diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat tersebut, ibadah bersama, pemotongan kue, dan berbagai penampilan dalam perayaan HUT YSA ke-68 menjadi lebih bermakna. Seluruh rangkaian kegiatan bukan sekadar perayaan bertambahnya usia yayasan, tetapi juga ungkapan syukur atas perjalanan yang telah dilalui dan komitmen untuk terus bertumbuh dalam iman, kepedulian, kejujuran, serta kebersamaan.

Selamat ulang tahun ke-68, Yayasan Seri Amal! Semoga Yayasan Seri Amal senantiasa menjadi wadah pendidikan yang menginspirasi, mendampingi setiap generasi untuk berkembang, dan menghadirkan nilai-nilai kebaikan bagi sesama.

-Ad Maiorem Dei Gloriam-